Akulturasi
adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia
dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan
asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam
kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan
kelompok itu sendiri. Atau bisa juga didefinisikan sebagai perpaduan
antara kebudayaan yang berbeda yang berlangsung dengan damai dan serasi.
Contoh
akulturasi, saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa
Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di
acara Simfoni Semesta Raya. Contoh lainnya yaitu, baju batik di
Indonesia, yang digabungkan dengan model baju dari luar negeri sehingga
menghasilkan baju batik modern, di sini budaya batik masih tetap ada
namun diinovasikan menjadi batik modern.
Pengertian Akulturasi Dari Para Ahli:
1. Koentjaraningrat (1996:155)
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok
manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan
unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga
unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke
dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
kebudayaan itu sendiri.
2. Garbarino
"Acculturation (is) the process of culture change as a result of long
term, face to face contact between two societies" (Garbarino, 1983).
“Akulturasi
(adalah) proses perubahan budaya sebagai akibat jangka panjang, tatap
muka kontak antara dua masyarakat "(Garbarino, 1983).
3. Ta Chee Beng
"Acculturation is the kind of cultural change of one ethnic group or a
certain population of ethnic group (A) in relation to another ethnic
group (B) such that certain cultural features of A become similar or
bear some resemblance to those of B" (Ta Chee Beng, 1988).
“Akulturasi
adalah jenis perubahan budaya dari satu kelompok etnis atau populasi
tertentu dari kelompok etnis (A) dalam hubungannya dengan kelompok etnis
lain (B) sedemikian rupa sehingga budaya tertentu fitur dari A menjadi
serupa atau kemiripan kepada mereka dari B "(Ta Chee Beng, 1988).
4. Robert E.Park dan Ernest W.Burgess (1921:735)
Comprehends those phenomena which result when groups of individuals
having different culture comes into continous first hand contact, with
subsequent changes in the original cultural patterns of either or both
groups".
“Memahami
fenomena yang terjadi ketika kelompok individu yang memiliki budaya
yang berbeda datang ke dalam kelompok lain, dengan perubahan berikutnya
dalam pola-pola budaya asli dari salah satu atau kedua kelompok ".
5. Arnold M.Rose (1957:557-558)
“The adoption by a person or group of the culture of another social group."
"Adopsi oleh orang atau kelompok dari kelompok social budaya lain "
6. Redfield, Linton, Herskovits
Akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika
kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda
bertemu, dan mengadakan kontak secara terus menerus, yang kemudian
menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah
satu kelompok atau kedua-duanya.
Dari
definisi tersebut terlihat bahwa akulturasi adalah salah satu aspek
daripada culture change dan asimilasi adalah salah satu fase dari
akulturasi, sedang difusi adalah daripada akulturasi
7. Krober
Akulturasi itu meliputi perubahan didalam kebudayaan yang disebabkan
oleh adanya pengaruh dari kebudayaan yang lain, yang akhirnya
menghasilkan makin banyaknya persamaan pada kebudayaan itu. Menurut
krober, difusi adalah salah satu aspek dari akulturasi.
8. Gillin & Gillin dalam bukunya “Culture Sosiology”
Sebagai proses dimana masyarakat-masyarakat yang berbeda-beda
kebudayaannya mengalami perubahan oleh kontak yang sama dan langsung,
tetapi dengan tidak sampai kepada pencampuran yang komplit dan bulat
dari kedua kebudayaan itu.
Psikologis
Psikologi
adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai
perilaku dan kognisi manusia. Menurut asal katanya, psikologi berasal
dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία"
(-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat
diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi psikologis:
1. Anas Tamsuri
Psikologis adalah masalah-masalah perilaku atau emosional yang dapat
meningkatkan resiko gangguan cairan, elektrolit, dan asam-basa.
2. Dennis J. Billy
Psikologis secara tradisional, yaitu kesadaran tentang yang benar dan yang salah.
3. Abdul Mujib
Psikologis adalah pikiran yang melibatkan ide atau intelek untuk memahami dunia dan dirinya.
4. Myra Chave-Jones
Psikologis merupakan gambaran garis besar mengenai cara kerja pikiran kita.
5. Eben Nuban Timo
Psikologis merupakan keyakinan dan pandangan manusia tentang alam sekitar, manusia, dan Tuhan.
6. Bilson Simamora
Psikologis merupakan faktor yang berasal dari dalam individu seseorang
dan unsur-unsur psikologis ini meliputi motivasi, persepsi,
pembelajaran, kepribadian, memori, emosi, kepercayaan, dan sikap.
7. Nursalam
Psikologis merupakan hal yang merupakan kepribadian dan kemampuan
individu dalam memanfaatkannya menghadapi stress yang disebabkan situasi
dan lingkungan.
8. Willy Wong
Psikologis merupakan bentuk dari mekanisme fight dan flight dalam diri manusia.
9. Yusuf Qardhawi
Psikologis merupakan hal pertama yang mempengaruhi perilaku seseorang.
Jadi,
akulturasi psikologis adalah suatu proses sosial yang timbul manakala
suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu dihadapkan dengan unsur
dari suatu perilaku asing. Perilaku asing itu lambat laun diterima dan
diolah ke dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur
periaku kelompok sendiri. Singkatnya terdapat perpaduan antara perilaku
sendiri dengan perilaku asing, tanpa menghilangkan unsur.
Daftar Pustaka
Flannery,
Peter, dkk. 2001. An Empirical Comparison of Acculturation Models.
http://www.uk.sagepub.com/thomas2e/study/articles/section3/Article65.pdf.
Jurnal Society of Personality and Social Psychology. Vol.27,
Hal.1035-1045. Diakses tanggal 2 Desember 2012
Dees,
M David. 2006. How Do I Deal With These New Ideas?: The Psychological
Acculturation of Rural Students.
http://www.jrre.psu.edu/articles/21-6.pdf. Journal of Research in Rural
Education. Diakses tanggal 2 November 2012
Berry,
W John dan Saba Safdar. 2007. Psychology of Diversity: Managing
Acculturation and Multiculturalism in Plural Societies.
http://atrium.lib.uoguelph.ca:8080/xmlui/bitstream/handle/10214/4064/Berry_Safdar_2007rev.pdf?sequence=3.
Diakses tanggal 22 Desember 2012
Berry,
W John. 2005. Acculturation: Living Successfully in Two Cultures.
International Journal of Intercultural Relations. Vol 29. Hal 697-712
Matsumoto, David dan Linda Juang. 2008. Culture and Psychology. USA: Wadsworth
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
http://carapedia.com/pengertian_definisi_psikologis_info2055.html
Minggu, 06 Januari 2013
Minggu, 04 November 2012
Akulturasi dan Internakultural
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan
tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.
Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam
kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan
kelompok itu sendiri.
Interkultural
Hamid Mowlana juga menyebutkan bahwa interkultural sebagaihuman flow
across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi
internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan
berkomunikasi satu sama lain.
Akulturasi
merupakan sebuah istilah dalam ilmu Sosiologi yang berarti proses
pengambil alihan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah
kelompok atau individu. Adalah suatu hal yang menarik ketika melihat dan
mengamati proses akulturasi tersebut sehingga nantinya secara evolusi
menjadi Asimilasi (meleburnya dua kebudayaan atau lebih, sehingga
menjadi satu kebudayaan). Menariknya dalam melihat dan mengamati proses
akulturasi dikarenakan adanya Deviasi Sosiopatik seperti mental disorder
yang menyertainya. Hal tersebut dirasa sangat didukung faktor
kebutuhan, motivasi dan lingkungan yang menyebabkan seseorang bertingkah
laku.
Akulturasi
budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan
mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan
kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya,
perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa
juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan
unsur kebudayaan mereka. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena
kontak dengan budaya lain, system pendidikan yang maju yang mengajarkan
seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk
maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap
perubahan.
Contoh-contoh dari hasil akulturasi budaya sangat beraneka ragam. Dalam bidang kesenian, arsitektur, agama dan lain-lain.
- Bentuk bangunan Masjid Sunan Kudus adalah salah satu akulturasi antara Hindu-Islam.
- Candi-candi di Indonesia sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Candi Borobudur merupakan wujud dari akulturasi antara agama Hindu-Budha di Indonesia.
- Tari Betawi. Sejak dulu orang Betawi tinggal di berbagai wilayah Jakarta. Ada yang tinggal di pesisir, di tengah kota dan pinggir kota. Perbedaan tempat tinggal menyebabkan perbedaan kebiasaan dan karakter. Selain itu interaksi dengan suku bangsa lain memberi ciri khas bagi orang Betawi. Tari yang diciptakanpun berbeda. Interaksi orang Betawi dengan bangsa Cina tercipta tari cokek, lenong, dangambang kromong.
- Alat musik Tanjidor selain mendapat pengaruh dari budaya Cina, kesenian Betawi dipengaruhi oleh beragam budaya dari Eropa. Orkes Tanjidor, misalnya, mulai ada sejak abad ke-18. Konon salah seorang Gubernur Jenderal Belanda, Valckenier menggabungkan rombongan 15 orang pemain alat musik tiup Belanda dengan pemain gamelan, pesuling Cina, dan penabuh tambur Turki untuk memeriahkan pesta.
Interkultural
didalam buku “Intercultural Communication: A Reader” dinyatakan bahwa
komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila
sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota
dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain
(Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara
orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik,
atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Menurut
Stewart L. Tubbs,komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara
orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau
perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang
berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari
generasi ke generasi.
Sedangkan menurut Fred E. Jandt mengartikan interkultural sebagai
interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.
Guo-Ming Chen dan William J. Sartosa juga menambahkan bahwa
interkultural adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik
yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan
fungsinya sebagai kelompok.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://dickaerlangga.blogspot.com/2012/03/akulturasi-budaya.html
Sabtu, 13 Oktober 2012
Transmisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan
TRANSMISI
BUDAYA
Transmisi
budaya merupakan kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi
yang
satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan
dan
sulit diubah. Transmisi budaya
adalah cara sekelompok orang atau hewan dalam
suatu masyarakat atau budaya cenderung untuk belajar dan menyampaikan
informasi
baru.
Pewarisan
budaya belajar dapat disamakan dengan istilah Transmisi kebudayaan.
Yakni suatu
usaha untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan atau pengalaman untuk
dijadikan sebagai
pegangan dalam meneruskan estafet kebudayaan. Dalam hal ini tidak ada
suatu
masyarakat yang tidak melakukan usaha pewarisan budaya. Usaha pewarisan
ini
bukan sekedar menyampaikan atau memberikan suatu yang material,
melainkan yang
terpenting adalah menyampaikan nilai-nilai yang dianggap terbaik yang
telah
menjadi pedoman yang baku dalam masyarakat.
Contoh
transmisi budaya : Budaya indis yang
berkembang subur pada abad ke-18 sampai abad ke-19, dan berpusat di
wilayah-wilayah tanah partikelir dan di lingkungan Indische landhuizen.
Pada
permulaan abad ke-20 kebudayaan ini bergeser ke arah urban life seiring
dengan
hilangnya pusat-pusat kehidupan tersebut.
Pergeseran
Budaya Indis menjadi Urban Life
menjadi transmisi budaya yang nyata dalam kehidupan masyarakat zaman
dulu. Ada seuatu perubahan kebudayaan dari Indis menjadi kota (urban).
Kelompok-kelompok
pemukiman, sesuai dengan
lingkungan kelompok-kelompok suku, terpisah dengan jelas. Dalem
kabupaten
sebagai replica rumah penguasa tertinggi pribumi (raja) menghadap ke
alun-alun
dengan pohon beringin di tengahnya. Di sekitar dalem kabupaten terdapat
rumah
asisten residen atau kontrolir. Tidak jauh dari alun-alun terdapat
gedung
pengadilan, rumah penjara, gedung garam dan candu, kantor pos telegraf
telepon
(PTT) dan rumah para pejabat kabupaten baik pejabat eropa atau pribumi
lainnya..
Bentuk-bentuk
Transmisi Budaya.....
Akulturasi
Suatu
proses sosial yang timbul
manakala suatu kelompok manusia
dengan kebudayaan
tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan
asing
itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa
menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
akulturasi
mengacu pada proses dimana kultur
diperbaiki dan dimodifikasi melalui kontak ata pemaparan langsung dengan
kultur
yang lain. Sebagai contoh, apabila ada sekelompok imigran yang kemudiam
menetap
di Amerika Serikat (kultur tan rumah), maka kultur mereka sendiri akan
dipngaruhi oleh kultur Tuan rumah ini. Lama kelamaan, nilai, dan cara
berperilaku serta kepercayaan dari kultur tuan rumah ini akan menjadi
bagian
dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran
itu.
Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
Sosialisasi
Sebuah
proses
penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai
dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok
atau masyarakat.
Sejumlah sosiolog
menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory).
Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus
dijalankan
oleh individu.
Enkulturasi
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur ditransmisikan dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Kita mempelajari budaya, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan dengan gen. Orang tua, teman-teman, lembaga sekolah, dan pemerintahan adalah guru utama di bidang kultur. Dan enkulturasi terjadi melaui mereka.
Agar budaya terus berkembang, proses adaptasi perlu dilakukan. Paradigma yang berkembang adalah budaya itu dinamis dan merupakan hasil proses belajar. sehingga budaya suatu masyarakat tidak hadir dengan sendirinya. Proses belajar dan mempelajari budaya sendiri dalam masyarakat itu dinamakan Enkulturasi.
Enkulturasi menyebabkan budaya masyarakat tertentu bergerak dinamis mengikuti perkembangan jaman. Sebaliknya sebuah masyarakat yang cenderung sulit menerima hal hal baru dalam masyarakat sulit mempertahankan budaya lama yang sudah tidak relevan lagi untuk disebut sebagai akulturasi.
Pengaruh terhadap
perkembangan
Akulturasi : Kehadiran
budaya asing yang masuk
dalam suatu masyarakat tentu memiliki nilai positive dan negative nya.
Seperti
yang diketahui bahwa kebudayaan eropa telah lama masuk Indonesia, namun
masyarakat Indonesia sendiri tidak kehilangan ciri khas-nya dan tetap
memegang
unsur budaya asli. Dampak akulturasi tersebut sebenarnya banyak
memberikan
manfaat dan perubahan yang positive bagi masyarakat sekitar. Misalnya
saja pada
bangunan, zaman dulu rumah masyarakat Indonesia sangat sederhana dan
rapuh,
namun setelah budaya belanda masuk rumah-rumah tersebut lebih kokoh
dengan
tiang-tiang. Tapi tetap berdasarkan unsur tradisional. Pengaruh tersebut
tentu
baik bagi perkembangan psikologis individu maupun universal karena
memberikan
perluasan berfikir.
Enkulturasi
: Pada masa kebudayaan Indis, enkulturasi
terjadi dilingkungan pendidikan dimana pengaruh teman sekitar bagi
seorang anak
lah yang akan ‘membentuk’nya. Kebiasaan hidup mewah misalnya, anak-anak
pada
masa itu melihat cara para orang dewasa berpakaian, cara atau kebiasaan
para
orang dewasa merayakan sesuatu dengan berpesta (minum bir bersama).
BIOLOGIS
Suburnya
budaya Indis pada awalnya didukung
oleh kebiasaan hidup membujang para pejabat Belanda. Pada masa itu ada
larangan
membawa pasangan dan mendatangakan perempuan Belanda ke Hindia Belanda.
Hal itu
mendorong para lelaki Belanda menikahi penduduk setempat. Maka
terjadilah
percampuran darah yang melahirkan anak-anak campuran, serta sevara
otomatis
menimbulakan budaya dan gaya hidup Belanda-Pribumi/gaya Indis.
AWAL PENGEMBANGAN
DAN PENGASUHAN
Pada
keluarga bangsawan dan priyayi Jawa,
anak-anak diasuh oleh para pembantu yang biasanya di sebut emban.
Selain emban
ada juga inya yang
bertugas menyusui dan wuucumbu (abdi
pendampng).
Pembagian tugas yang seperti demikian ternyata diikuti juga oleh
keluarga
Belanda, Indo, dan priyayi baru. Anak-anak meraka diasuh oleh para babu,
jongos, dan sopir. Para pembantu rumah tangga tersebut tidak hanya
sekedar
mengurus rumah tetapi juga menjaga anak-anak para majikan mereka dan
pembagian
kerja seperti itu tidak dikenal di negara Belanda.
Jelas
dari hal tersebut, kelekatan (attachment)
antara anggota keluarga misalnya anak dan orang tuanya tidak akan begitu
kuat
dikarenakan intensitas pertemuan dan melakukan kegiatan bersama, anak
lebih
sering dilakukan dengan pengasuh dan bukan orang tuanya sendiri.
Perkembangan
yang terjadi pada anak yang diasuh oleh para pengasuh tersebut juga akan
berbeda dibanding dengan perkembangan anak pada masyarakat biasa.Daftar Pustaka :
http://4jipurnomo.wordpress.com/psikologi-lintas-budaya/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://id.shvoong.com/law-and-politics/family-law/2245698-enkulturasi-dan-akulturasi/
Psikologi Lintas Budaya dan Ilmu-Ilmu Lainnya
Definisi Budaya.....
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia .
dalam ilmu psikologi dikenal sebagai Psikologi Lintas Budaya..
Psikologi Lintas Budaya ialah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia .
dalam ilmu psikologi dikenal sebagai Psikologi Lintas Budaya..
Psikologi Lintas Budaya ialah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.
Psikologi Lijntas Budaya adalah
kajian ilmiah mengenai perilaku manuasia dan penyebarannya, skaligus
memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh
kekuatan-kekuatan sosial budaya (Segall, Dasen, dan Poortinga (1990) ).
Definisi ini mengarahkan perhatian pada
dua hal pokok yaitu keragaman perilaku manusia didunia dan kaitannya antara perilaku individu dengan konteks budaya.
Apa hubungan belajar Psikologi Lintas Budaya dengan displin ilmu lainnya ????
*Psikologi Lintas Budaya dengan Filsafat
Filsafat ialah ilmu yang mempelajari tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.
jadi, filsafat mempelajari awal dari muncul nya suatu kebudayaan.
*Psikologi Lintas Budaya dengan Antropologi
antropologi
menekankan pada pengertian tentang manusia secara menyeluruh dengan mempelajari aneka
warna, bentuk fisik,kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya.
Kaitannya
dengan psikologi lintas budaya yaitu bagaimana manusia dapat memahami
adanya perbedaan
aneka warna kulit, bentuk fisik, kepribadian antara
sesama manusia sehingga manusia itu dapat
menyesuaikan perilakunya pada
kebudayaan tersebut, maka manusia dapat berelasi baik dengan manusia
lainnya.
* Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi
Sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial yang mempelajari bagaimana masyarakat bersosialisasi
satu sama lain, hubungan nya adalah sosialisasi merupakan bagian dari kebudayaan , sehingga dengan
mempelajari psikologi sosial budaya kita dapat bersosialisasi dengan individu lain secara psikologis.
Apa Bedanya dengan Psikologi Indigenous,Psikologi Budaya & Antropologi ????
Psikolgi Indigenous menurut Kim & Berry, 1993 ,kajian
ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi,
tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri .
Pendekatan
ini mendukung pembahasan mengenai pengetahuan, keahlian, kepercayaan
yang dimiliki seseorang serta mengkajinya dalam bingkai kontekstual yang
ada. Teori, konsep, dan metodenya dikembangkan secara indigenous (pribumi)
disesuaikan dengan fenomena psikologi yang kontekstual. Tujuan utama
dari pendekatan indigenous psychology adalah untuk menciptakan ilmu
pengetahuan yang lebih teliti, sistematis, universal yang secara
teoritis maupun empiris dapat dibuktikan (Kim et. al., 2006).
Bedanya adalah Psikologi Indigenous mencakup studi tentang isu dan konsep yang mencerminkan kebutuhan dan
realitas dari budaya tertentu, sedangkan Psikologi Lintas Budaya berfokus pada membicararakan isu, konsep dan metode yang dikembangkan
oleh komunitas ilmiah di barat, kebanyakan Amerika Serikat dan Eropa Barat, dan
yang dipelajari di timur, kebanyakan negara dunia.
Psikologi Budaya mempelajari tentang cara tradisi
budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan
dan mengubah psike manusia
Bedanya adalah Psikologi Lintas Budaya melihat persamaan dan
perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan
kelompok etnik sedangkan Psikologi budaya melihat bagaimana budaya dapat
mentransformasikan dan mengubah psike seseorang
Antropologi menekankan pada pengertian tentang manusia secara menyeluruh dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik,kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya.
Bedanya adalah Psikologi Lintas Budaya melihat kebudayaan masyarakat secara psikologis sedangkan Antropologi melihat kebudayaan secara objektif.
Daftar Pustaka :
http://cicp.psikologi.ugm.ac.id/index.php/about-cicp/wip
http://nadiarahma10.blogspot.com/2012/10/pengertian-dan-tujuan-dari-psikologi_5978.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
Selasa, 20 Maret 2012
Kesehatan Mental
Kesehatan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh kebanyakan orang,mungkin juga ada beberapa orang yang tidak mempedulikan kesehatan mereka sama sekali.
Kesehatan manusia meliputi kesehatan fisik dan kesehatan mental.
nah.. kebanyakan masyarakat lebih mengutamakan kesehatan fisik mereka dan hampir tidak pernah memikirkan kesehatan mental. Padahal kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik.
contoh dari kesehatan mental yang harus diperhatikan ialah jika kita sedang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang tersebut , maka yang akan timbul kebiasaan-kebiasaan yang dapt menyebabkan orang tersebut mengalami gangguan fisik, seperti insomnia/kurang tidur , tidak nafsu makan , mengalami halusinasi yang mengganggu, hingga mengalami gangguan kejiwaan.
Untuk itu kesehatan mental perlu diperhatikan mulai dari memecahkan masalah yang kecil hingga masalah yang besar
Kesehatan manusia meliputi kesehatan fisik dan kesehatan mental.
nah.. kebanyakan masyarakat lebih mengutamakan kesehatan fisik mereka dan hampir tidak pernah memikirkan kesehatan mental. Padahal kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik.
contoh dari kesehatan mental yang harus diperhatikan ialah jika kita sedang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang tersebut , maka yang akan timbul kebiasaan-kebiasaan yang dapt menyebabkan orang tersebut mengalami gangguan fisik, seperti insomnia/kurang tidur , tidak nafsu makan , mengalami halusinasi yang mengganggu, hingga mengalami gangguan kejiwaan.
Untuk itu kesehatan mental perlu diperhatikan mulai dari memecahkan masalah yang kecil hingga masalah yang besar
Minggu, 23 Oktober 2011
Fenomena Jejaring Sosial
Jejaring Sosial atau Social Networking adalah adalah salah satu media yang terdapat dalam Internet.
Situs jejaring sosial seperti Facebook,Twitter,Google +,Blackberry Messanger ,dll merupakan media yang dapat memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain diseluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat. Namun banyak fenomena-fenomena yang terjadi di dalam situs jejaring sosial atau yang biasa disebut Dunia Maya.
Diantara nya fenomena yang terjadi seperti kasus penculikan melalui Facebook, pencemaran nama baik melalui status facebook atau twitter, video porno yang diunggah oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan memakai akun palsu.
Maka dari itu dalam penggunaan jejaring sosial lakukan lah hal-hal yang positif, baik dalam menulis status ,upload video/gambar, dan juga memposting pesan kepada orang-orang
Situs jejaring sosial seperti Facebook,Twitter,Google +,Blackberry Messanger ,dll merupakan media yang dapat memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain diseluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat. Namun banyak fenomena-fenomena yang terjadi di dalam situs jejaring sosial atau yang biasa disebut Dunia Maya.
Diantara nya fenomena yang terjadi seperti kasus penculikan melalui Facebook, pencemaran nama baik melalui status facebook atau twitter, video porno yang diunggah oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan memakai akun palsu.
Maka dari itu dalam penggunaan jejaring sosial lakukan lah hal-hal yang positif, baik dalam menulis status ,upload video/gambar, dan juga memposting pesan kepada orang-orang
Senin, 10 Oktober 2011
Etika Berinternet
Internet adalah media yang dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi atau pun mencari informasi dalam segala hal , namun dalam kita menggunakan intenet, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.
Selain Internet dapat memudahkan kita memecahkan masalah, internet juga dapat menimbulkan masalah baru.
untuk itu ada yang disebut Etika Berinternet..
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Internet..
1. Email
Email adalah media yang dapat mengirimkan pesan secara cepat kepada orang lain baik jarak jauh maupun
jarak dekat, namun dalam penggunaan kalimat , contoh nya kita menulis semuanya dalam "huruf besar"
semua orang tau bahwa penggunaan huruf besar artinya "sedang marah", dan juga penggunaan tanda baca
(titik (.), koma(,), tanda seru (!),tanda tanya (?),dll.
2. Jejaring Sosial
Situs Jejaring Sosial yang marak digunakan banyak orang seperti Facebook,Twitter,Skype,Google +, dll.
dalam menulis status, orang-orang diseluruh dunia dapat melihatnya, jadi buatlah status - status yang positif
didalam akun jejaring sosial kalian.
Langganan:
Postingan (Atom)
